Minggu, 25 November 2012

Persiapan Kelahiran Bayi [ Persalinan ]


Memasuki masa kehamilan sama dengan mengalami berbagai perubahan fisik maupun psikologis. Dengan mengenali berbagai perubahan pada ibu hamil (bumil), pasutri bisa lebih mempersiapkan kehamilan sehingga mampu menjalaninya dengan lebih menyenangkan.
Menurut Psikolog Dr Rose Mini AP, MPsi, dengan mendapatkan informasi yang tepat seputar kehamilan, pasutri akan lebih siap menghadapi berbagai perubahan. Entah informasi itu didapat dari konsultasi dengan dokter, pengalaman orangtua, saudara, maupun teman-teman.

Pada trimester pertama, biasanya istri akan mengalami "ngidam" yang kadang berlebihan dan sekadar meminta perhatian suami. Sebaiknya tanyakan kepada dokter apakah ada kekurangan dalam tubuh bumil. Sedangkan pada trimester kedua bentuk tubuh bumil mulai berubah, diikuti dengan perubahan posisi tidur, hingga pola hubungan seks pasutri. Jika bumil stres dengan kondisinya, sebaiknya konsultasikan kepada psikolog untuk mencari bantuan.
Lain lagi pada trisemester ketiga. Bumil akan "ngidam" pada bulan terakhir, ditambah munculnya ketakutan akan fisik anak, misalnya apakah jarinya lengkap, atau ketakutan atas kondisi ibunya, misalnya meninggal (saat melahirkan). Akibatnya bumil cenderung moody," papar psikolog yang akrab disapa Romi ini, dalam seminar diadakan oleh Lactamil beberapa waktu lalu.

Lebih detailnya, berikut kondisi psikologis bumil yang umum dialami, dan sebaiknya pasutri mempersiapkan secara psikis menjelang kehamilan:

Trimester pertama
  • Bumil mengalami kondisi psikis campur-aduk, antara cemas, bahagia, dan ragu dengan kehamilannya. Ia mengetahui kemunculan tanda kehamilan, namun masih ragu apakah positif atau negatif ( hamil atau tidak ? )
  • Bumil mengalami fluktuasi emosi, risikonya akan muncul pertengkaran atau rasa tidak nyaman. Dengan komunikasi yang baik, pasutri bisa menyiapkan kondisi ini berjalan lebih baik.
  • Bumil mengalami perubahan hormonal, yang akan juga mempengaruhi psikis perempuan.
  • Bumil mengalami morning sickness, jadi perempuan membutuhkan dukungan suami untuk menjalani kondisi yang juga akan berpengaruh pada psikis perempuan.

Trimester kedua
  • Bumil mulai lebih tenang dan bisa beradaptasi dengan perubahan kondisi dan kehamilannya.
  • Bentuk tubuh mulai berubah. Untuk ibu yang fokus pada penampilannya, kondisi ini bisa mempengaruhi psikis dan emosinya. Perubahan bentuk tubuh juga mempengaruhi kehidupan seksual, karena itu pasutri perlu melakukan penyesuaian agar hubungan seks menyenangkan bagi keduanya. Hubungan ibu dengan bayi juga mulai terjalin pada masa ini. Mengajak janin bicara atau mendengarkan musik misalnya, bisa membangun hubungan lebih dekat, dan mempengaruhi bumil agar lebih nyaman dengan kehamilannya.
  • Bumil akan mulai melihat dan meniru peran ibu, karena kebutuhannya akan figur ibu semakin kuat
  • Bumil akan semakin bergantung kepada pasangannya.

Trimester ketiga
  • Kehamilan semakin membesar, begitupun dengan stres pada bumil. Seringkali kondisi ini membuat bumil bermasalah dengan posisi tidur yang kurang nyaman, sehingga bumil mudah lelah.
  • Emosi bumil juga kembali fluktuatif. Kali ini bumil lebih membayangkan risiko kehamilan dan proses persalinan. Rasa takut mulai muncul, bukan hanya ketakutan atas risiko kondisi bayi namun juga keselamatan bumil untuk melewati proses persalinan.

Ketika hamil, secara psikologis seorang wanita akan :
  • Merasa betapa pentingnya keberadaan suami 
  • Peningkatan rasa ketergantungan ketergantungan pada suami, ataupun orang lain
  • Mudah tersentuh perasaannya , mudah merasa kasihan, mudah marah, mudah bergembira dan lain sebagainya
  • Mudah berkhayal
  • Mudah berputus asa
Sementara itu, menurut penelitian di Amerika Serikat, 10 dari wanita hamil yang depresi akan “menularkan” secara biokimia kesedihannya kepada  sang janin dalam bentuk peningkatan hormon stres dan aktifitas otak janin. Hal ini tentu akan menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan janin tidak optimal. 

Untuk menyeimbangkan kondisi psikologis wanita hamil, ada beberapa saran yang perlu menjadi bahan pertimbangan . Beberapa saran untuk wanita hamil tersebut , antara lain : 
  1. Menjalani konseling pra hamil
  2. Segera menghentikan minum pil KB jika sebelumnya menggunakan kontrasepsi pil KB
  3. Menyembuhkan penyakit yang ada, jika memilikinya
  4. Menghindarkan diri dari rokok / asap rokok dan juga alkohol
  5. Rutin berolah raga
  6. Merawat diri dan menjaga kesehatan dengan baik, terutama pada periode tiga bulan pertama ( trimester pertama )
  7. Carilah informasi seputar kehamilan atau pengetahuan tentang kehamilan dari berbagai macam sumber. Misalnya : bertanya pada wanita lain yang pernah hamil, membaca buku / majalah tentang kehamilan, dan lain sebagainya.
  8. Rutin melakukan periksa kehamilan pada bidan atau tenaga kesehatan lain yang berkompeten.
  9. Mengkonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang
  10. Mengurangi aktifitas fisik yang menguras banyak energi
  11. Mendengarkan musik / menonton acara televisi yang mendidik
  12. Mengikuti kelompok senam hamil, latihan pernapasan
  13. Tetap bergaul dengan kerabat, tetangga, dan atau teman di lingkngan kerja, jika wanita hamil bekerja 
  14. Semakin mendekatkan diri kepada Tuhan, sesuai agama dan keyakinan.

Demikianlah beberapa hal yang perlu diketahui dalam rangka persiapan menjelang kalahiran jabang bayi [ persalinan ]
 

Materi lainnya :